saya ingin kita sama-sama berangkat dari tempat yang sama dulu.
Bukankah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa there is always a game in everything that we do in this world.
Yup. Sebagian orang menyebutnya Sistem, sebagian lainnya Kebijakan, Adat, Norma, Undang- Undang, dsb tapi semuanya itu mengacu pada prinsip yang sama yakni jika kamu tidak mengikutinya, maka kamu akan kehilangan sesuatu atau ketinggalan dibandingkan orang lain.
Sebagaimana dalam kantor dan kehidupan keluarga, petualangan cinta juga memiliki game-nya tersendiri.
Jika tidak ada game, mengapa perlu ada puluhan buku baru keluar setiap bulannya yang membicarakan tentang hubungan cinta?
Jika tidak ada game, mengapa kolom konsultasi romance selalu menjadi kolom wajib dalam setiap majalah yang populer?
Jika tidak ada game, mengapa kamu tidak bisa berhasil mendapatkan cewek-cewek yang kamu inginkan dengan cara menjadi dirimu yang apa adanya?
Jadi sampai di sini, saya pikir kita sudah sama-sama sepakat bahwa ADA GAME dalam dunia romance.
Nah, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui bahwa Game Romance tidak bekerja seperti yang kamu duga, bahkan jauh dari anggapan umum yang selama ini beredar.
Kesuksesan kehidupan cinta tidak tergantung pada seberapa ganteng dan kaya dirimu. Kamu bisa saja menjadi cowok yang berbodi atletis, fashion trendy, dan tajir setengah mati, tapi tetap aja kepayahan untuk bisa mendapatkan hubungan dengan cewek yang kamu inginkan. Kamu tidak akan percaya berapa banyak teman saya yang seperti itu.
Faktor fisik dan kemapanan tentu mengambil andil yang bisa mendukung petualanganmu, tapi itu bukan kunci utama yang harus kamu miliki.
Saya punya seorang rekan di kampus yang sama sekali tidak tajir, wajahnya agak lucu bahkan cenderung weird, dan payah dalam soal fashion, tapi dia memiliki jauh lebih banyak petualangan dengan cewek dan selalu bergonta-ganti dibandingkan dengan vokalis band berinisial Y&N yang tenar sebagai artis itu
Mengapa bisa begitu?
Karena Game romance memang tidak bertumpu pada faktor fisik dan uang, sobat!
Cewek terbiasa untuk berpikir kedua hal tersebut sebagai hal yang dangkal dan menjadi option preferensi paling akhir. Yang mereka cari sebenarnya jauh lebih dalam dalam keduanya.
Yaitu sinar kepemimpinan, petualangan, dan juga misteri.
Untuk cowok-cowok yang sudah memiliki kemapanan dan faktor fisik mendukung, tidak sulit bagi mereka untuk memancarkan ketiga sinar tersebut.
Jika kamu tajir dan ganteng, nyaris otomatis kamu akan berlagak dominan, mudah bergaul, dan juga punya serentetan hobi eksklusif yang sangat menarik.
Saya percaya setiap cowok berhak memiliki kesempatan untuk mencoba mendapatkan cewek yang dia inginkan. Soal berhasil atau tidak adalah hal belakangan yang tidak terlalu penting.
Bahkan saya temukan jika kamu tidak terlalu berfokus pada keberhasilan, melainkan pada eksperimen dan bersenang- senang, justru kamu akan lebih cepat menemukan titik kepuasan yang diinginkan.
Orangtua kita sering menanamkan agar selalu mencari pacar yang berasal dari kelas finansial yang sama. "Jangan banyak maunya deh kalo cari cewek, cari aja yang sepadan dan emang mirip ama kita."
Itu sebabnya kamu sering merasa desperate bila melihat cewek-cewek cakep di luar sana. Bukannya karena kamu memang tidak bisa mendapatkannya, tapi karena kamu sudah dibayang- bayangi oleh batasan diri dari orangtua tersebut.
Sekali lagi saya ulang, Game yang ada dalam pasar romansa tidak berpaku pada status finansial ataupun kondisi biologis yang kamu miliki.
Cewek tidak dangkal seperti kita yang sering terpaku pada faktor fisik dan penampilan. Mereka adalah makhluk dengan kepekaan tinggi yang lebih menghargai atraksi-atraksi yang mampu menggugah sisi emosionalnya.
Misalnya ketika kamu mampu membuatnya terkejut karena kamu menegur mereka dengan cara yang sama sekali tidak pernah dilakukan oleh cowok lain.
Atau ketika kamu cuek, bahkan meledek dia, ketika cowok di sekeliling sibuk menjilat demi mendapat perhatiannya.
Atau ketika kamu mendadak jadi orang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu telpon- telponan dengannya karena sibuk dengan kegiatan dengan teman cowokmu.
Atau ketika kamu mendadak menyuruhnya (bukan mengajak) main billiard atau games lain yang kamu tahu dia belum pernah lakukan.
Hal-hal di atas cuma secuil pola perilaku yang akan membuat performa Game Romance-mu jauh sangat meningkat, dibandingkan kamu berusaha menjilat atau menyakinkan bahwa kamu adalah calon pasangan yang paling bermutu dibanding cowok lainnya.
Jadi apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini?
Pertama, bahwa tidak peduli berapa juta orang menyangkalinya, petualangan romance tidak lebih dari sebuah set game yang besar. Romance bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, apalagi tidak diduga- duga seperti yang digambarkan dalam film-film Hollywood.
Kedua, game romance tersebut bekerja dengan teknik dan paradigma yang sama sekali bertentangan dengan common sense kamu. Selama ratusan tahun kita dimanjakan oleh stereotip percintaan yang absurd, jauh dari kenyataan.
Seorang pemikir terkemuka dalam bidang hubungan cowok- cewek pernah berkata, "Ketika Tuhan menciptakan pria dan wanita, Dia lupa memberikan manual tentang bagaimana memulai hubungan romance antar keduanya."
seperti cowok jomblo yang berkata, "Gue jomblo bukan karena ngga bisa dapetin cewek, tapi emang gue jomblo by choice yang lebih fokus ama menikmati hidup dan nanti cewek juga bakalan datang dengan sendirinya. Gue ga putus asa sampe perlu pake tehnik atau permainan apa-apa, blablabla…"
Yeah, right, yakety-yak whatever…
And that term, 'jomblo by choice', so ridiculous. Basically itu adalah reasoning yang biasa dikeluarkan oleh anak kecil yang takut untuk mengambil resiko dan benar- benar melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaannya yang serba malang.